Psikologi Afektif Manusia Sebelum Taklif


Psikologi Afektif Manusia Sebelum Taklif
Oleh: Tomi Wibisono

Hasil gambar untuk gambar anak baligh
Sumber: www.anak+belum+baligh.id
Afektif menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah berkenaan dengan rasa takut atau cinta, mempengaruhi keadaan, perasaan dan emosi, mempunyai gaya atau makna yang menunjukkan perasaan. Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.
Taklif merupakan waktu dimana seseorang dibebankan sesuatu, dalam hal ini adalah dibebankan hukum-hukum dalam syariat Islam. Waktu tersebut ditandai dengan seorang wanita apabila sudah menstruasi (haid) dan laki-laki bila sudah mimpi basah. Itu merupakan tanda-tanda primer untuk mengetahui seseorang laki-laki atau perempuan sudah balig atau belum.
Selain tanda-tanda primer tersebut tanda-tanda lain yang mendukung (sekunder) adalah bagi perempuan bila payudaranya mulai menonjol, suaranya mulai berubah, rambutnya mulai berminyak, tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan dan ketiak, badan mulai mengeluarkan bau yang kurang sedap yang berasal dari keringat, serta mulai merasakan dorongan ketertarikan kepada lawan jenisnya. 
Sementara bagi laki-laki juga hampir sama dengan yang dialami oleh perempuan, yaitu di sekitar kemaluan mulai ditumbuhi rambut, adanya perubahan pada suara, jakun mulai kelihatan, bila berkeringat menimbulkan bau badan yang kurang sedap, mulai tertarik kepada lawan jenis, rambut kelihatan berminyak, serta otot-otot badan mulai mengekar dan terlihat kuat secara fisik. 
Masa remaja dikenal oleh Psikologi Barat sebagai masa storm and stress (topan dan badai). Menurut Psikologi Barat pada masa ini selalu ditandai dengan gejolak di dalam jiwa. Sehingga pada masa remaja sering terjadi berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh anak-anak remaja. Misalnya pada masa remaja anak mulai berani membangkang kepada perintah orang tua, mulai terlibat perkumpulan geng-geng liar, mulai sering pulang malam, terlibat narkoba, pergaulan bebas, dan prestasi belajar di sekolah yang ambradul. 
Ketika kita melihat masa remaja dari perspektif keilmuan Islam, maka ditemukan bahwa di dalam Islam ternyata tidak mengenal konsep remaja. Dalam tahap-tahap perkembangan yang dijelaskan dari dalil-dalil Al-qur’an yang terdapat dalam surat Al Mukmin.

هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ يُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡ ثُمَّ لِتَكُونُواْ شُيُوخٗاۚ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبۡلُۖ وَلِتَبۡلُغُوٓاْ أَجَلٗا مُّسَمّٗى وَلَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ٦٧ 
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). (QS. Al-Mukmin [40] : 67).
Jelas di dalam ayat di atas di sebutkan bahwa tahap-tahap perkembangan manusia adalah dari tanah, kemudian menjadi mani, setelah itu menjadi segumpal darah, kemudian lahir menjadi seorang anak, lalu menjadi dewasa, selanjutnya menjadi tua. Dalam keterangan dalil-dalil yang lain baik melalui Al-Qur’an maupun hadis Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dapat disimpulkan pada masa sejak manusia mulai lahir biasa disebut dengan bayi, kemudian anak-anak awal (thifl), selanjutnya anak-anak akhir (ghair tamyiz), fase tamyiz (anak mulai bisa membedakan antara yang baik dan buruk), fase amrad (kira-kira umur 10-15 tahun), fase taklif (menerima beban syariat), fase futuh (kebijaksanaan). Walaupun para ahli perkembangan dari kalangan ilmuwan Muslim memiliki klasifikasi yang berbeda-beda mengenai tahap-tahap perkembangan manusia, setidaknya secara umum gambaran perkembangan manusia adalah seperti yang dipaparkan tadi.
Sesuai dengan konsep perkembangan Islam, maka tidak ada storm and stress ketika seseorang menginjak usia remaja (baligh). Sebab menurut konsep pendidikan Islam sebelum anak mencapai usiah balig sudah dipersiapkan dengan dididik mengenai kewajiban dan tanggungjawabnya kelak. 

Comments

Popular posts from this blog

Taksonomi Bloom (Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor) serta Revisi Taksonomi Bloom