Pendidikan Sang Suri Tauladan


Pendidikan Sang Suri Tauladan
Oleh: Tomi Wibisono

Hasil gambar untuk gambar pendidikan islamNabi Muhammad SAW merupakan seorang rasul terakhir yang di utus Allah SWT ke bumi dari 25 nabi sebelumnya. Rasulullah lahir di Kota Mekah pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Sejak kecil Rasulullah telah di tinggal pulang oleh ayahanda Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau terlahir dengan status yatim, dengan kehidupan yang sangat sederhana. Sehingga beliau hanya di rawat oleh sang ibunda Siti Aminah dan kakeknya Abdul Muthalib. Rasulullah terlahir dengan wajah berseri dan bercahaya. Tangannya menyinari istana-istana Syam. Memang beberapa tanda keistimewaan yang menunjukkan kenabian telah tampak sejak Rasulullah dilahirkan.
Setelah usia enam tahun beliau di tinggal pulang oleh ibundanya Siti Aminah. Aminah meninggal pada saat hendak berziarah bersama Nabi Muhammad SWT dan pembantunya Ummu Aiman ke kubur suaminya Abdullah bin Abdul Muthallib. Sejak itu, Abdul Muthallib pun membawa Rasul pulang ke mekah. Rasa ibanya begitu mendalam kepada sang cucu yang kini yatim piatu. Maka ia curahkan kasih sayangnya kepada cucunya melebihi sayangnya kepada anak-anaknya. Bahkan sang kakek lebih mengutamakan Nabi Muhammad daripada anak-anaknya sendiri.
Saat Nabi Muhammad berusia delapan tahun, berganti kakeknya yang berpulang di mekah. Sebelum wafat, sang kakek telah berencana menyerahkan cucunya itu dalam asuhan Abu Thalib, saudara kandung ayah Nabi Muhammad SAW. Abu Thalib akhirnya melaksanakan amanah merawat sang keponakan dengan penuh kasih sayang. Empat puluh tahun lamanya sang paman mendampingi dan merawat Nabi Muhammad SAW. Disepanjang perjalanannya dalam berdakwah, Nabi Muhammad SAW menjadi pioner perubahan dan pengendali sejarah islam yang telah mendobrak peradaban dunia dan menjadi manusia paling berpengaruh dalam sejarah peradaban umat.
Nabi Muhammad SAW banyak sekali mengajarkan manusia untuk berperilaku baik kepada siapapun. Nabi Muhammad adalah satu bukti nyata sebagai suri tauladan manusia dengan akhlaknya yang mulia. Rasulullah adalah sosok yang paling rendah hati jauh dari sifat sombong. Beliau melarang orang-orang berdiri menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan saat menyambut seorang raja. Belaiu suka menjenguk orang miskin, duduk bersama orang-orang miskin, dan duduk bersama sahabat-sahabatnya sama seperti mereka. Rasulullah selalu tersenyum, ramah, lemah lembut, tidak berhati batu, tidak keji, tidak suka mencela ataupun memuji. Beliau mengabaikan apa yang tidak disukai, tidak mengecewakan orang yang menharapkannya, dan tidak pula menyia-nyiakannya. Allah berfirman dalam Q.S Al Qalam : 4.
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur”
Sifat-sifat inilah yang menarik jiwa manusia mendekat kepada beliau, menjadikan beliau dicintai oleh setiap hati, menempatkan beliau sebagai pemimpin yang menjadi tumpahan segala harapan.
Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, seperti Engkau mencurahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.


Comments

Popular posts from this blog

Taksonomi Bloom (Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor) serta Revisi Taksonomi Bloom