Pendidikan Sang Suri Tauladan
Pendidikan Sang Suri Tauladan
Oleh:
Tomi Wibisono
Setelah
usia enam tahun beliau di tinggal pulang oleh ibundanya Siti Aminah. Aminah
meninggal pada saat hendak berziarah bersama Nabi Muhammad SWT dan pembantunya
Ummu Aiman ke kubur suaminya Abdullah bin Abdul Muthallib. Sejak itu, Abdul
Muthallib pun membawa Rasul pulang ke mekah. Rasa ibanya begitu mendalam kepada
sang cucu yang kini yatim piatu. Maka ia curahkan kasih sayangnya kepada
cucunya melebihi sayangnya kepada anak-anaknya. Bahkan sang kakek lebih
mengutamakan Nabi Muhammad daripada anak-anaknya sendiri.
Saat
Nabi Muhammad berusia delapan tahun, berganti kakeknya yang berpulang di mekah.
Sebelum wafat, sang kakek telah berencana menyerahkan cucunya itu dalam asuhan
Abu Thalib, saudara kandung ayah Nabi Muhammad SAW. Abu Thalib akhirnya
melaksanakan amanah merawat sang keponakan dengan penuh kasih sayang. Empat
puluh tahun lamanya sang paman mendampingi dan merawat Nabi Muhammad SAW. Disepanjang
perjalanannya dalam berdakwah, Nabi Muhammad SAW menjadi pioner perubahan dan
pengendali sejarah islam yang telah mendobrak peradaban dunia dan menjadi
manusia paling berpengaruh dalam sejarah peradaban umat.
Nabi
Muhammad SAW banyak sekali mengajarkan manusia untuk berperilaku baik kepada
siapapun. Nabi Muhammad adalah satu bukti nyata sebagai suri tauladan manusia
dengan akhlaknya yang mulia. Rasulullah adalah sosok yang paling rendah hati
jauh dari sifat sombong. Beliau melarang orang-orang berdiri menyambut
kedatangannya seperti yang dilakukan saat menyambut seorang raja. Belaiu suka
menjenguk orang miskin, duduk bersama orang-orang miskin, dan duduk bersama
sahabat-sahabatnya sama seperti mereka. Rasulullah selalu tersenyum, ramah,
lemah lembut, tidak berhati batu, tidak keji, tidak suka mencela ataupun
memuji. Beliau mengabaikan apa yang tidak disukai, tidak mengecewakan orang yang
menharapkannya, dan tidak pula menyia-nyiakannya. Allah berfirman dalam Q.S Al
Qalam : 4.
“Dan sesungguhnya engkau
(Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur”
Sifat-sifat
inilah yang menarik jiwa manusia mendekat kepada beliau, menjadikan beliau
dicintai oleh setiap hati, menempatkan beliau sebagai pemimpin yang menjadi
tumpahan segala harapan.
Ya
Allah, curahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, seperti Engkau
mencurahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya, Engkau
Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Comments
Post a Comment