Tantangan Guru di Generasi Milenial (Teknologi Pendidikan)
ARTIKEL ILMIAH
Tantangan Guru
di Generasi Milenial
Oleh: Tomi Wibisono
Generasi
milenial adalah generasi yang sangat pandai terkait teknologi. Dengan
kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki
banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya.
Namun sayangnya, dari beberapa pernyataan yang saya dapatkan, milenial
cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk politik dan
ekonomi. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan. Mereka
cenderung mengingkan hal yang instan dan tidak menghargai proses.
cenderung mengingkan hal yang instan dan tidak menghargai proses.
Pada era milineal
ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi
dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. Generasi masa kini harus
berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial. Di era
ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin
tinggi. Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi.
Generasi masa
kini harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik
dengan cepat serta melakukan pergerakan yang lincah dan tepat untuk dapat memecahkan
setiap masalah. Apabila tidak, dalam beberapa tahun ke depan mungkin posisi
kita sudah digantikan oleh robot atau program komputer.
Dari beberapa
pernyataan diatas, tentu generasi ini sangat berpengaruh pada dunia pendidikan.
Kecenderungan minat belajar yang serius mulai menurun drastic, karena millenial
khususnya di Indonesia sudah kecanduan internet yang disalah gunakan bukan
semata untuk bermain atau kepuasan diri, bukan untuk mencari informasi berkaitan
dengan ilmu pengetahuan.
Generasi
millenial cenderung beperilaku praktis dan instan. Karena itu, perlu disadari
bersama bahwa dalam menyikapi masalah ini perlu dilakukan langkah-langkah yang
nyata supaya tujuan dari pendidikan nasional tetap konsisten dengan mengikuti
era millenial ini.
Dunia pendidikan
harus mampu menjawab tantangan era millennial. Guru dituntut berkreasi dengan
memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sumber belajar, media belajar, dan
proses kegiatan belajar-mengajar. Guru pun di era millenial ini harus melek
teknologi. Tidak ada alasan masalah guru muda atau tua, semuanya mempunyai
tanggungjawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Upaya
menanamkan nilai-nilai karakter pada anak di era millenial bisa dilakukan
dengan mengintegrasikan mata pelajaran melalui teknologi, ataupun dengan sumber
Alquran dan hadist. Seperti dalam pembelajaran Bahasa Indonesia anak disuruh
mencari bacaan cerpen, novel, dan sastra lain, atau dengan integrasi Islam yang
mengandung unsur nilai-nilai moral dan kebaikan di internet.
Pendidikan
karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran berbagai bidang studi dapat
memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa-siswa karena mereka memahami dan
mengaktualisasikannya melalui poses pembelajaran. Dengan demikian, nilai-nilai
tersebut dapat terserap lewat kegiatan belajar sehari-hari. Apabila
nilai-nilai tersebut juga dikembangan melalui kultur sekolah, maka kemungkinan
besar pendidikan karakter lebih efektif diterima oleh anak.
Guru di era
millenial dengan tantangan global yang cepat dalam mengupayakan pendidikan
khususnya pada karakter harus bekerja keras melalui beberapa pembiasaan di
lingkungan sekolah. Peran guru dalam mengembangkan karakter tidak bisa diganti
oleh kemajuan teknologi. Sehingga guru menjadi kunci utama dalam keberhasilan
pendidikan.
Comments
Post a Comment